Jumat, 20 April 2012

Dare to Change Kid'S Camp 2012 Ambon Slideshow

Dare to Change Kid'S Camp 2012 Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Dare to Change Kid'S Camp 2012 Slideshow Slideshow ★ to Ambon. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor

Jumat, 30 Maret 2012

Wisata Kep. Seribu Slideshow Slideshow

Wisata Kep. Seribu Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Wisata Kep. Seribu Slideshow Slideshow ★ to Jakarta. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor

Kamis, 29 Maret 2012

Apa Tujuan Keluarga

Allah membentuk dan mengukuhkan keluarga bukannya tanpa tujuan atau pola. Allah mengukuhkan keluarga selaku konteks dimana manusia mau tidak mau akan menyadari tujuan kekal dari citra Ilahi serta penguasaan untuk mana ia diciptakan. (Kejadian 1 : 26 - 28) Itu sebabnya keluarga adalah konteks yang yang dikukuhkan oleh Allah sendiri guna terbentuk serta berkembangnya :
  1. Hubungan dan persekutuan yang berpusat pada Allah.
  2. Watak yang serupa dengan watak Allah.
  3. Pelayanan dan kegiatan yang dikukuhkan oleh Allah sendiri.
  4. Pengembangbiakan, baik jasmani maupun rohani.
  5. Penguasaan rohani maupun alami.
Dalam lingkungan keluargalah prinsip-prinsip sejati dari hubungan (kita) dengan Allah dan sesama manusia mula-mula diletakkan. Lingkungan keluarga ppulalah yang akan melahirkan karakter yang serupa dengan karakter Allah. (II Timotius 1 : 5) Dalam lingkungan keluarga pulalah segala bentuk pelayanan dan kegiatan akan teruji dan terbukti. (I Timotius 3 : 4, 5 ; 5 : 4; Titus 2 : 5) Melalui pelayanan yang dilakukan oleh keluarga maka keluarga Allah akan berkembang dan menjadi besar. - Dikutip dari Buku, "MEMULUHKAN KELUARGA" By, Dick Iverson dkk. (Bersambung...)




Dunia Anak


Mengenal Anak Anda.....
Usia Pratama (7 – 9 th)

 Oleh : Noortje ML

Dunia anak adalah dunia sejuta warna.  Ia adalah harta yang paling mahal yang Tuhan berikan bagi sebuah keluarga, ia sungguh berharga sehingga kita para orang tua/guru wajib mememlihara dan pantang menyia-nyiakannya.
Ciri – ciri Anak Pratama :
Secara sederhana, anak Pratama yang duduk di kelas satu, dua dan tiga Sekolah Dasar ini adalah anak yang giat dan bersemangat. Senang sekali bertanya dan sering merepotkan orang tua / guru dengan rasa ingin tahu yang begitu besar misalnya, “Bagaimana adik bisa masuk ke perut mama”, atau “mengapa jari kita jumlahnya hanya lima”? dst. Dia belajar dengan cara melihat, mendengarkan cerita ,menirukan, dan melakukan.

Secara Jasmani, Ia sanggup membuat anda repot atau bahkan kelelahan. Anda harus bersyukur bahwa itu berarti anak anda sehat dan memiliki pertumbuhan yang sangat normal. Ia sangat bersemangat, suka bergerak, tidak pernah lelah, dan memiliki tingkat kegiatan yang sangat tinggi. Ia suka melompat, berbicara/menyanyi dengan suara keras. Jika anda seorang guru, anda harus menyediakan banyak kegiatan dalam kelas karena ia perlu sering bergerak...
Secara Mental, ia suka belajar, suka bertanya, haus akan pengetahuan. Dia sudah mulai membaca dan menemukan banyak hal baru. Anda sebagai orang tua dan guru di tuntut untuk kreatif dan maju dalam segala bidang. Anda juga perlu mencoba banyak hal baru untuk menjawab setiap pertanyaan mereka.
Secara Sosial, Suatu hubungan yang lebih luas sedang dimulaikan. Ia membutuhkan banyak kesabaran dari orang tua/guru untuk membantunya mengembangkan sikap kesopanan, bekerja sama dan menghormati orang-orang disekitarnya. Ia juga harus dibimbing untuk menghargai orang-orang lain dan teman-teman barunya.
Secara Rohani, ini adalah suatu bagian perkembangan yang harus kita berikan perhatian sebesar-besarnya. Ia dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Walaupun ia belum bisa mengerti tentang Tuhan seperti orang-orang dewasa lainnya, namun ia dapat diajar untuk berdoa, untuk menyebutkan ayat-ayat suci. Ia tertarik akan kisah tentang adanya malaikat, Tuhan atau bahkan hantu dan jin. Kewajiban kita adalah mengajarkan keyakinan Iman yang benar. Ia sudah dapat mengerti mengenai pentingnya beribadah kepada Tuhan.

Mengenal anak anda akan membantu anda untuk menjadi orang tua dan guru yang berhasil di dalam mendidik, dan menjadikan mereka generasi yang berguna dan memiliki masa depan yang gemilang.

Sukses buat Anda.

Rabu, 28 Maret 2012

Special from Indonesia

Orang Indonesia yang lagi di luar negeri pasti kangen dengan makanan yang satu ini. NASI KUNING! Ini adalah salah satu makanan kesukaanku. Begitu sukanya sampai aku berusaha membuatnya sendiri dibandingkan kalau pesan kan lumayan... nggak komplit aja sudah mencapai tujuh ratus ribu rupiah.. Lumayan kan...? Sekarang orang rumah nggak bakalan pesan dari luar karena aku bisa buat sendiri.
Aku kirimkan buat teman2ku dimana saja berada... 

Selasa, 27 Maret 2012

Keluarga Yang Diberkati

Unit dasar seluruh masyarakat adalah KELUARGA. Dick Iverson mengatakan, "Sebagaimana atom adalah bahan dasar terkecil pembentuk alam semesta, demikian juga PERANAN keluaraga dalam masyarakat. IA adalah batu penjuru atas mana segala sesuatu dibangun. Sekali masyarakat membiarkan keluarga berantakan, maka masyarakat itu sendiri akan runtuh".

Apa itu KELUARGA?
Ada berbagai definisi kamus mengenai keluarga diantaranya,  keluarga adalah sekelompok orang yang tinggal dibawah satu atap yang mana didalamnya  terdapar ayah, ibu dan anak-anak serta orang lain yang tinggal didalamnya. Ada juga definisi yang mengatakan keluarga adalah sekelompok orang yang sama asal-usul keturunannya. Ada lagi yang bilang keluarga adalah orang-orang yang punya garis darah yang sama. 

Kata "therapeia" yang digunakan oleh Alkitab Perjanjian Baru digunakan untuk mendefinisikan pengertian tentang keluarga atau rumah tangga. Bentuk kata kerja ini sendiri mengandung arti "melayani", memelihara" dan "memberi perhatian". Jadi dapat dikatakan bahwa keluarga adalah suatu tempat dimana melayani, memelihara dan memberi perhatian itu diabdikan sebagai suatu tujuan berkeluarga.

Mengapa terjadi banyak PERCERAIAN?
Begitu mudanya kata cerai keluar dari mulut-mulut pasangan yang berkonflik memberitahukan kepada kita bahwa banyaknya pasangan-pasangan yang membentuk keluarga dengan tidak mengerti tujuan berkeluarga itu sebenarnya. Sesusngguhnya yang paling dirusak masa depannya bukanlah suami dan istri melainkan anak-anak yang ada dalam keluarga itu ketika terjadi perceraian. 

Egoisme juga menunjukkan ketidakmatangan seseorang saat memasuki rumah tangga sehingga keadaan saling menyalahkan yang menumbuhkan kebencian kemudian mulai terjadi dan berujung perceraian.

Perbedaan keyakinan ketika membentuk sebuah keluarga juga sangat berpotensi terjadinya perceraian dalam keluarga. Itu sebabnya Firman Tuhan" terang dan gelap tidak dapat bersatu". Keika emosi cinta masih menggelora rasanya perbedaan keyakinan itu bukan masalah. Namun ketika memasuki gerbang rumah tangga maka nampaklah bahwa perbedaan keyakinan mulai menjadi masalah. 

Pasangan-pasangan ELIT (ekonomi sulit juga sangat berpotensi terhadapa terjadinya sebuah perceraian. Kekuarangan uang, tidak terpenuhinya kebutuhan jasmani, tidak memiliki pekerjaan dan banyak hutang menjadi salah satu penyebab mengapa ada istri yang meninggalkan suami atau sebaliknya.

Walaupun tidak banyak yang melakukannya namun masalah kesehatan atau sakit penyakit terntu dapat menyebabkan terjadinya perceraian dalam keluarga. 

Jadi kesimpulannya adalah, jika sebuah keluarga dibangun dengan tujuan dan pengertian yang benar maka apapun yang kemudian menjadi kesulitan dapat dihadapi bersama dengan kekuatan dan keyakinan serta usaha bersama. (Bersambung)